Ini biografi sayauntuk beasiswa, kira2 pantas gak ya?
Permata Dwi
Anggani. Lahir di Kediri, 7 April 1995 dari pasangan suami istri Yusuf idarsono
dan Titik Rindriyanti. Anggi –panggilan akrab saya- sekeluarga sempa berkelana
ke beberapa kota di Indonesia. Mulai dari Kediri, Surabaya, Cilegon, Bontang,
dan Bogor. Namun saya sudah 6 tahun tinggal disebuah pondok pesantren di
Kuningan-Jawa Barat- , Husnul Khotimah.Saya adalah anak kedua dari tiga
bersaudara yang selalu mendapat ranking 10 besar sejak kelas 1 SD hingga kelas
6 SD. Saya memunyai hobi praying, reading, travelling, and drawing sempat
mendapat juara hafalan qur’an terbanyak di angkatan saya saat kelas 3 SD.
Pernah pula saya mengikuti beberapa lomba menggambar saat saya maish SD. Namun
ada yang juara, dan ada uga yang belum.
Saya sempat menjadi wakil etua kelas saat kelas 5 SD dan ketua kelas saat kelaS
6 SD. Saatdi pesantrenpun, saya tak lepas dari organisasi. Saya sempat menjadi
sie. Kesenian kelas 7 J (2007/2008), sie. Kesehatan kamar aisyah 2 (2007/2008),
pembimbing kamar asy-syifa (2010/2011), sie. Ruhiyah kamar asy-syifa
(2010/2011), sie. Kaderisasi Kesatuan Aktivis Remaja Islam Bogor (KARIB-HK)
(2010/2011), sie. Ruhiyah KARIB-HK (2011/2012) , ketua halaqoh (2009/2010) dan
(2011/2012), sie. Hupudok Wihdatul Fatayaat (2012/2013), bidang keasramaan OSHK
(Organisasi Santri Husnul Khotimah) 16, musrifah kamar ummu salamah (2011/2012),dan
anggota Yayasan Lembaga Terpadu Pemasyarakatan Anti Narkoba (LETUPAN). Saya
menghabiskan masa MTs saya di Husnul Khotimah dan dilanjutkan MA diHhusnul
Khotimah dengan mengambil jurusan Progra Keagamaan (PK) saat kelas 2 aliyah.
Hidup 6 tahun di pesantren
menjadikan saya tidak terlalu peduli lagi dengan hobi saya yaitu menggambar.
Sejak masih di Sekolah Dasar, saya sudah bercita- cita menjadi pelukis. Tetapi
belakangan saya mengetahui bahwa lukisan, patung, atau seni rupa lainnya kurang
disenangi oleh Yang Maha Esa. Agar saya tidak durhaka pada-Nya, saya memutuskan
untuk mengubah cita- cita saya menjadi desainer grafis. Saya dapat
mengeks[lorasikan ide- ide di otak saya tanpa melanggar aturan agama saya.
Untuk itulah, saya memilih bidang
studi Advertising Design karena saya ingin menjadi desainer grafis
professional baik di Indonesia maupun dunia.
Harapan saya, dengan belajar di
Inggris, negara maju dengan peradaban tekologi canggih, saya dapat dengan mdah
mengeksplorasikan ide- ide di otak saya menggunakan teknologi canggih masa
kini. Tentunya belajar dalam situasi yang berbeda, interaksi dengan teman
sekelas dari berbagai bangsa, akan lebih memudahkan saya untuk menambah
pengalaman dan relasi. Dan dengan saya belajar di Inggris, saya daat mengikuti
jejak negara Inggris yang mempunyai beracam- macam rumah sosial. Entah itu
panti asuhan, panti jompo, rumah bantuan untuk orang baru, rumah bantuan untuk
orang- orang jalanan, rumah sosial untuk orang gelandangan, rumah sosial untuk
anak berpenyakit akut, dan lain- lain, yang dapat saya terapkan di Indonesia
kelak. Pada akhirnya, saya ingin pada masa yang akan datang, Indonesia mampu
menghasilkan orang- orang berbakat di bidang seni dan komputer dalam negeri
maupun luar negri. Dan Indonesia mempunya rumah- rumah sosial seperti di negara
Inggris. Agar setidaknya, saya dapat membantu untuk membangun Indonesia,
mengenalkan Indonesia pada masyarakat luar, walaupun sedikit.