Rabu, 13 Februari 2013

Biografi saya


Ini biografi sayauntuk beasiswa, kira2 pantas gak ya?

Permata Dwi Anggani. Lahir di Kediri, 7 April 1995 dari pasangan suami istri Yusuf idarsono dan Titik Rindriyanti. Anggi –panggilan akrab saya- sekeluarga sempa berkelana ke beberapa kota di Indonesia. Mulai dari Kediri, Surabaya, Cilegon, Bontang, dan Bogor. Namun saya sudah 6 tahun tinggal disebuah pondok pesantren di Kuningan-Jawa Barat- , Husnul Khotimah.Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang selalu mendapat ranking 10 besar sejak kelas 1 SD hingga kelas 6 SD. Saya memunyai hobi praying, reading, travelling, and drawing sempat mendapat juara hafalan qur’an terbanyak di angkatan saya saat kelas 3 SD. Pernah pula saya mengikuti beberapa lomba menggambar saat saya maish SD. Namun ada yang juara, dan ada uga yang  belum. Saya sempat menjadi wakil etua kelas saat kelas 5 SD dan ketua kelas saat kelaS 6 SD. Saatdi pesantrenpun, saya tak lepas dari organisasi. Saya sempat menjadi sie. Kesenian kelas 7 J (2007/2008), sie. Kesehatan kamar aisyah 2 (2007/2008), pembimbing kamar asy-syifa (2010/2011), sie. Ruhiyah kamar asy-syifa (2010/2011), sie. Kaderisasi Kesatuan Aktivis Remaja Islam Bogor (KARIB-HK) (2010/2011), sie. Ruhiyah KARIB-HK (2011/2012) , ketua halaqoh (2009/2010) dan (2011/2012), sie. Hupudok Wihdatul Fatayaat (2012/2013), bidang keasramaan OSHK (Organisasi Santri Husnul Khotimah) 16, musrifah kamar ummu salamah (2011/2012),dan anggota Yayasan Lembaga Terpadu Pemasyarakatan Anti Narkoba (LETUPAN). Saya menghabiskan masa MTs saya di Husnul Khotimah dan dilanjutkan MA diHhusnul Khotimah dengan mengambil jurusan Progra Keagamaan (PK) saat kelas 2 aliyah.
            Hidup 6 tahun di pesantren menjadikan saya tidak terlalu peduli lagi dengan hobi saya yaitu menggambar. Sejak masih di Sekolah Dasar, saya sudah bercita- cita menjadi pelukis. Tetapi belakangan saya mengetahui bahwa lukisan, patung, atau seni rupa lainnya kurang disenangi oleh Yang Maha Esa. Agar saya tidak durhaka pada-Nya, saya memutuskan untuk mengubah cita- cita saya menjadi desainer grafis. Saya dapat mengeks[lorasikan ide- ide di otak saya tanpa melanggar aturan agama saya.
            Untuk itulah, saya memilih bidang studi Advertising Design karena saya ingin menjadi desainer grafis professional baik di Indonesia maupun dunia.
            Harapan saya, dengan belajar di Inggris, negara maju dengan peradaban tekologi canggih, saya dapat dengan mdah mengeksplorasikan ide- ide di otak saya menggunakan teknologi canggih masa kini. Tentunya belajar dalam situasi yang berbeda, interaksi dengan teman sekelas dari berbagai bangsa, akan lebih memudahkan saya untuk menambah pengalaman dan relasi. Dan dengan saya belajar di Inggris, saya daat mengikuti jejak negara Inggris yang mempunyai beracam- macam rumah sosial. Entah itu panti asuhan, panti jompo, rumah bantuan untuk orang baru, rumah bantuan untuk orang- orang jalanan, rumah sosial untuk orang gelandangan, rumah sosial untuk anak berpenyakit akut, dan lain- lain, yang dapat saya terapkan di Indonesia kelak. Pada akhirnya, saya ingin pada masa yang akan datang, Indonesia mampu menghasilkan orang- orang berbakat di bidang seni dan komputer dalam negeri maupun luar negri. Dan Indonesia mempunya rumah- rumah sosial seperti di negara Inggris. Agar setidaknya, saya dapat membantu untuk membangun Indonesia, mengenalkan Indonesia pada masyarakat luar, walaupun sedikit.